Sabtu, 05 November 2016

Jokowi disesali gak temui puluhan ribu pendemo, dahulu Sukarno cuma 10 orang rakyat mau bertemu langsung ditemui

Jokowi disesali gak temui puluhan ribu pendemo, dahulu Sukarno cuma 10 orang rakyat mau bertemu langsung ditemui

Baca Juga

Pengamat Politik dari Voxpol Heart Pangi Syarwi Chaniago menyesali ketidakhadiran Presiden Jokow Widodo untuk menerima utusan pendemo di Istana Negara, Jumat (four/11/2016) kemarin.

“Indonesia punya presiden yang takut menemui rakyatnya, seharusnya presiden berani menemui rakyatnya bukan lari atau menghindar dari rakyatnya sendiri,” katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (5/11/2016).

Jokowi disesali gak temui puluhan ribu pendemo, dahulu Sukarno cuma 10 orang rakyat mau bertemu langsung ditemui

Menurutnya, Rakyat dengan pemimpin itu ibarat air dengan ikan, tidak boleh ada jarak. Ada beberapa kesalahan Presiden Jokowi dan ini sangat disayangkan.

“Diantaranya presiden gagal berdiri di atas semua kepentingan kelompok dan golongan. Apakah Presiden tidak lagi menganggap suara 1 juta lebih melakukan aksi damai pada four november, apakah itu bukan lah rakyatnya sehingga enggan menemui rakyatnya?” ujarnya.

Ia mengaku istilah, vox populi, vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Jadi berapapun orang yang ingin menyampaikan aspirasi Presiden harusnya memberikan atensi langsung.

“10 orang saja yang menghadap menyampaikan aspirasi dan kehendaknya, tetap Soekarno menemui rakyatnya, apalagi ini jutaan rakyatnya yang ingin bertemu presiden Jokowi,” sesalnya.

Selain itu, ada juga presiden yang mempercepat kunjungan luar negerinya, presiden tersebut ingin sekali mendengar aspirasi dan tuntutan suara rakyatnya secara langsung. Ketika presiden turun bertemu dan menghadap dengan para demonstran yang melakukan tuntutan, bukan berarti presiden otomatis adalah merepresentasikan suara kelompok atau golongan tersebut atau setuju dengan kehendak kelompok fundamentalis ektrimis tersebut. Menurutnya, bukan begitu analogi berfikirnya.

“Soal nanti didengar atau tidak, soal diadili atau tidak, itu soal lain, biar penegak hukum yang mengadili karena bola ada di penegak hukum, karena presiden memang tak boleh intervensi penegakan hukum. Yang maha penting itu, kehadiran presiden di tengah masyarakat, menemui aksi demontrasi tersebut. Ini soal bagaimana tuan raja menemui dan memperlakukan sama semua warganya tanpa membeda-bedakan,” ulasnya.

Diberitakan sebelumya, saar demo ormas islam berlangsung, Presiden Joko Widodo tidak berada di Istana Negara. Perwakilan pendemo akhirnya diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI dan Kapolri.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan pada dasarnya Presiden Joko Widodo sempat meminta untuk datang ke Istana secepatnya tapi tidak diizinkan dengan alasan kemanan.

“Presiden sebenarnya tiga sampai empat kali minta datang ke istana. Tapi dilarang oleh Paspampres dengan alasan keamanan,” katanya di Istana Negara, Sabtu (5/11/2016) dini hari.

Sumber: gedhang.com

Related Posts

Jokowi disesali gak temui puluhan ribu pendemo, dahulu Sukarno cuma 10 orang rakyat mau bertemu langsung ditemui
4/ 5
Oleh